Selasa, 05 September 2017

Contoh Analisis Laporan Keuangan kasus "PT POLYCHEM INDONESIA, Tbk. berdasarkan perhitungan Rasio

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PT. POLYCHEM INDONESIA, Tbk.



Analisis laporan keuangan Tahun 2015 s/d 2016



 1.  Rasio Likuiditas
Ø  Rasio Lancar   =   Aktiva lancar
    Hutang Lancar
2015    =  151.004.588
     59.097.702 
                                                =  2,56
             
2016    =  132.444.530
     71.253.970
                                                =  1,86

Analisis :  Dari perbandingan rasio lancar tahun 2015 s/d 2016 diatas menunjukan bahwa terjadi penurunan, di Tahun 2016 PT Polychem Indonesia, Tbk. Semakin tidak likuid. Menurut saya hal ini disebabkan karena pada aktiva lancar terjadi penurunan yang terlihat pada kas dan setara kas, sementara pada Hutang jangka pendek terlihat kenaikan pada Hutang usaha pihak berelasi serta adanya penurunan di hutang pajak.


Ø  Rasio Cepat                 =  Aktiva lancar -  Persediaan
Hutang lancar
2015    =  151.004.588 -  1.274.603
59.097.702
            =  2,53

2016    =  132.444.530  - 1.739.429
71.253.970
            =  1,83

Analisis  : Dari perbandingan rasio cepat diatas  PT Polychem Indonesia Tbk. dalam memenuhi kewajiban jangka pendek tanpa mengandalkan persediaan,untuk tahun 2015 sebesar 2,53% .sedangkan pada tahun 2016 berkurang sebesar 1,83% hal ini disebabkan karena adanya kenaikan persediaan dan aktiva lancar.



2.    Rasio Aktivitas
Ø  Perputaran Piutang      =   Penjualan Bersih
                         Piutang
2015    =   310.873.522
                  17.549.657
                                                            =   17,71
             
2016    =   279.954.690
                 15.989.890
                                                            =   17,51
Rata-rata Umur piutang =  
                                                           
                                    2015    =     = 20
                                    2016    =     = 20
                                               
Analisis : Perputaran piutang tidak ada penurunan maupun kenaikan (tetap)  pada tahun 2016 sebesar  17,51  kali  dengan rata-rata piutang tertagih selama 20 hari  dan  perputaran piutang pada tahun 2015 sebesar  17,71 kali dengan rata-rata piutang tertagih 20 hari. Hal ini disebabkan karena penjualan kredit dan piutang usaha stabil.


Ø  Perputaran Persediaan     =  Harga pokok penjualan
Persediaan
2015    =   325.832.201
      61.283.901
                        =  5,32

2016    =   279.954.690
       57.819.311
                        =  4,84
Rata-rata Umur Persediaan = 
                                                           
                                    2015    =     = 68 hari
                                    2016    =     = 74 hari


Analisis :   Analisis perputaran persediaan  mengalami penurunan .Tahun 2015 sebesar 5,32 kali dengan periode perputaran 68 hari  hari dan tahun 2011 sebesar 4,84  kali dengan periode perputaran 74 hari. Jadi,semakin kecil nilai perputaran persediaan maka semakin cepat periode perputaran persediaan.
Ø  Total Aktiva                            =    Penjualan
   Total Aktiva
2015    =    310.873.522
      420.010.232
                        =   0,74

2016    =   279.954.690
     380.847.522
                        =   0,74
                       
Analisis :   Analisis Total aktiva dapat disimpulkan tidak  mengalami penurunan ataupun kenaikan, karena di tahun 2015 dan 2016 total aktiva sama yaitu sebesar 0,74.
3.    Rasio Hutang (Laverage)
Ø  Rasio hutang terhadap total  aset = Total Hutang
Total Aset
                                    2015    =  152.242.537 = 0,36
                                                    420.010.232
2016    =  135.389.017 = 0,35
                                                    380.847.522

Analisis : Ratio hutang terhadap total aset mengalami penurunan  dari tahun 2015 ke tahun 2016. Pada tahun 2016 ratio utang terhadap total aset sebesar 0,35  lebih kecil dibandingkan pada tahun 2015 sebesar 0,36  Hal ini disebabkan karena total hutang dan total aset  yang semakin meningkat.


Ø  Ratio Times Interest Earned               =  Rugi  sebelum bunga dan pajak
         Bunga
2015    =  22.886.611
59.097.702
            =  2,53

2016    =  132.444.530  - 1.739.429
71.253.970
            =  1,83

Analisis  : Dari perbandingan rasio cepat diatas  PT Polychem Indonesia Tbk. dalam memenuhi kewajiban jangka pendek tanpa mengandalkan persediaan,untuk tahun 2015 sebesar 2,53% .sedangkan pada tahun 2016 berkurang sebesar 1,83% hal ini disebabkan karena adanya kenaikan persediaan dan aktiva lancar.

Minggu, 16 Juli 2017

PENGGUNAAN RUMUS EXCEL KOMBINASI IF, AND, MID, VLOOKUP & HLOOKUP




Welcome to my blog.....  

Kali ini saya ingin berbagi sedikit ilmu mengenai rumus - rumus kombinasi dalam Microsof Excel, langsung aja ya guys!!!

Pertama tama buat data tabel seperti dibawah ini pada progam Microsof Excel 2007 atau 2013, disini kita pakai yang 2007 yaaaa!

Isi setiap kolom yang kosong


 Data Tambahan


Soal & Intruksi :

1.  FASILITAS ditentukan oleh karakter ke 6 dari No Kartu


Untuk mengisi kolom Fasilitas kita dapat menggunakan rumus kombinasi :

HLOOKUP + MID”

Rumus kombinasi Hlookup + MID adalah rumus yang digunakan untuk menggabungkan pada tabel tambahan yang bentuknya horizontal dan data acuan ditentukan oleh karakter ke 6 dari No Kartu, itu artinya karakter ke 6 berada di tengah-tengah jadi menggunakan rumus MID

Maka masukkan rumus =HLOOKUP(MID(B6;6;1);$G$23:$J$24;2;FALSE)



2.  BIAYA PERIKSA ditentukan oleh karakter ke 3 dan 4 dari No Kartu dikalikan jumlah periksa



Untuk mengisi kolom Biaya Periksa kita dapat menggunakan rumus kombinasi :

“VLOOKUP + MID”

Rumus kombinasi Vlookup + MID adalah rumus yang digunakan untuk menggabungkan pada tabel tambahan yang bentuknya vertikal dan data acuan ditentukan oleh karakter ke 3 dan 4 dari No Kartu, itu artinya karakter ke 3 dan ke 4 berada di tengah-tengah jadi menggunakan rumus MID selain itu di akhir rumus di beri rumus * (dikali) kolom jumlah periksa

Maka masukkan rumus =VLOOKUP(MID(B6;3;2);$B$23:$C$28;2;FALSE)*G6



     3.  TOTAL BIAYA merupakan penjumlahan dari Biaya Periksa dan Biaya Obat

          Untuk mengisi kolom Total Biaya kita dapat menggunakan rumus :

“Kolom Biaya Periksa+Kolom Biaya Obat”

       
        Mengapa menggunakan rumus +  karena untuk mengisi kolom biaya periksa yaitu menjumlah antara biaya periksa dan biaya obat 
       
       Maka masukkan rumus =H6+I6



        4.  PENGEMBALIAN BIAYA ditentukan berdasarkan kategori berikut : 



           Untuk mengisi kolom pengembalian biaya kita dapat menggunakan rumus :

“IF”
 
       Rumus IF adalah rumus yang digunakan untuk menyatakan suatu kondisi, biasanya IF diiringi dengan jawaban True atau False, sehingga dengan menggunakan rumus logical test akan memberikan suatu nilai atau keputusan yang tepat sesuai dengan perhitungan.

       Mengapa menggunakan rumus IF karena kolom Pengembalian biaya ditentukan berdasarkan kategori - kategori dalam data tambahan, antara total biaya dan penentuan % pengembalian biaya


        Maka masukkan rumus  
        =IF(J6<250000;J6*10%;IF(J6<=400000;J6*20%;IF(J6>400000;J6*30%)))






     5.   Tempat untuk CEK LAB ditentukan JIKA umur pasien adalah lebih dari sama dengan 35 tahun AND jumlah periksa lebih dari 2, dengan kategori tempat cek lab ditentukan berdasarkan jenis fasilitas asuransi sebagai berikut : 


    Selain itu, “Tidak Ada Cek Lab”

       Untuk mengisi kolom Tempat untuk CEK LAB kita dapat menggunakan rumus :

“IF + And + HLOOKUP”

     Rumus IF + And + Hlookup adalah rumus yang digunakan untuk menyatakan suatu kondisi dan terdapat pengecualian dalam setiap kategori maka menggunakan rumus And dan menambah rumus Hlookup karena tabel acuan di data tambahan adalah horizontal.

       Mengapa menggunakan rumus IF + And + Hlookup karena Tempat untuk CEK LAB ditentukan JIKA umur pasien adalah lebih dari sama dengan 35 tahun AND jumlah periksa lebih dari 2, dengan kategori tempat cek lab ditentukan berdasarkan jenis fasilitas asuransi terdapat suatu kondisi, pengecualian, dan kategori penentuan serta data acuan.

        Maka masukkan rumus 
        IF(AND(E6>=35;G6>2);HLOOKUP(F6;$G$33:$J$34;2;FALSE);"Tdk Ada  Cek Lab")


 


      Ok Guys... akhirnya kita telah selesai mengisi setiap kolom yang kosong....

      Dan berikut hasil akhir tabel yang sudah terisi seluruhnya






       Terima Kasih..

        Semoga bermanfaat




Makalah Manajemen Keuangan Isu Lanjutan

KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmatnya kepada kami sehingga kami dapat ...